Jumat, 29 September 2017

Konsep eCommerce dalam dunia IT








Dijaman sekarang ini telah memasuki jaman dimana semua serba canggih, serba cepat dan serba instan. Semua orang tidak ingin mengalami hal-hal yang merepotkan dirinya sendiri dan sangat menjunjung tinggi apa itu kenyamanan dalam mengatasi semua kebutuhan hidup dan menjadi sangat bergantung kepada setiap fasilitas teknologi tersebut. Dengan kata lain, IT adalah kebutuhan jiwa yang mengalir disetiap lapisan masyarakat.

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa program , dan data konstruksi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Singkatnya, apa yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI.
Dalam konteks bisnis, Information Technology Association of America menjelaskan:
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi. Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, dimana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI)". Beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.
TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas. TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan Database informasi. Beberapa tugas yang TI lakukan mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database dan desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan.
Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
Association for Electronic Commerce secara sederhana mendifinisikan E-Commerce sebagai “mekanisme bisnis secara elektronis”. CommerceNet, sebuah konsorsium industri, memberikan definisi yang lebih lengkap, yaitu “penggunaan jejaring komputer (komputer yang saling terhubung) sebagai sarana penciptaan relasi bisnis”. Tidak puas dengan definisi tersebut, CommerceNet menambahkan bahwa di dalam E-Commerce terjadi “proses pembelian dan penjualan jasa atau produk antara dua belah pihak melalui internet atau pertukaran dan distribusi informasi antar dua pihak di dalam satu perusahaan dengan menggunakan intranet”. Sementara Amir Hartman dalam bukunya “Net-Ready” (Hartman, 2000) secara lebih terperinci lagi mendefinisikan E-Commerce sebagai “suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antar institusi dan konsumen langsung (B-to-C)”. Beberapa kalangan akademisi pun sepakat mendefinisikan E-Commerce sebagai “salah satu cara memperbaiki kinerja dan mekanisme pertukaran barang, jasa, informasi, dan pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi berbasis jaringan peralatan digital”. E-Commerce merupakan dampak dari berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi, sehingga secara signifikan merubah cara manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, yang dalam hal ini adalah terkait dengan mekanisme dagang.
Beberapa model e-commerce di Indonesia antara lain:
  1. Iklan Baris, merupakan salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online. Penjual yang menggunakan social media atau forum untuk beriklan, biasanya tidak bisa langsung menyelesaikan transaksi pada website yang bersangkutan. Namun penjual dan pembeli harus berkomunikasi secara langsung untuk bertransaksi. Contoh iklan baris: OLX.co.id (sebelumnya Tokobagus), Berniaga, dan FJB-Kaskus.
  2. Retail, merupakan jenis e-commerce yang di mana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu, kegiatan jual-beli di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk. Contoh retail: Berrybenzka, Zalora, dan Lazada.
  3. Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.
Beberapa aplikasi umum dalam dunia IT yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
  • E-mail dan Messaging
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking/internet Banking
  • Product Digital/Non Digital
  • Online SEO
 Hal ini tentunya menjadi kabar baik sekaligus ladang subur bagi para warga net (netizen) untuk menjalankan usahanya dengan memanfaatkan teknologi komputer. Berikut ini adalah referensi peluang dari bisnis online masa kini :
  1. Peluang Bisnis Online sebagai Penyedia Jasa Produk Digital

Faktanya kita hidup di era digital, semua hal menjadi serba mudah. Jika dahulu kita perlu mengambil antrian di kantor jasa pengiriman surat guna melakukan komunikasi tersurat, namun pada era ini segalanya bisa diselesaikan secara online. Perubahan jaman menuntut kita untuk turut berubah. Inilah yang bisa kita jadikan sebagai sebuah bisnis yang bisa kita bangun dengan modal minim.
Kita bisa memposisikan diri kita sebagai penyedia jasa produk digital untuk mengambil peluang bisnis online masa kini. Banyak sekali ragam produk digital yang bisa kita jadikan sebagai sebuah bisnis. Contoh mudahnya kita bisa menjual sebuah tools yang menjawab kebutuhan perusahaan dalam menajamkan target market mereka.
  1. Peluang Bisnis Online sebagai Penyedia Jasa Desain Grafis

Baik lembaga atau perusahaan tentunya membutuhkan peran  desainer dalam membranding identitas dan meningkatkan aktivitas marketing mereka. Tentunya kebutuhan lembaga atau perusahaan inilah yang bisa menjadi peluang bisnis online bagi kita sebagai penyedia jasa desain grafis. Namun peluang bisnis online sebagai penyedia jasa membutuhkan branding diri yang sangat kuat untuk meyakinkan calon customer. Terlebih fungsi dari desain yang kita sediakan adalah untuk membangun branding suatu lembaga atau perusahaan. Jadi kita membutuhkan sebuah kompetensi dalam membangun kedekatan antara pengguna jasa kita dengan para target market mereka melalui desain yang kita ciptakan.
  1. Peluang Bisnis Online sebagai Marketer Produk

Pada peluang dari bisnis online yang ketiga inilah yang akan menjawab keresahan kita sebagai pelaku bisnis yang ingin merambah dunia online namun masih mempunyai kendala belum adanya produk yang berkualitas. Kita bisa mengambil peluang dari bisnis online apabila kita mempunyai produk yang berkualitas, dalam artian produk tersebut menjawab kebutuhan pasar. Apabila kita yakin bahwa produk yang kita jadikan bisnis sekarang ini belum bukan termasuk kriteria produk yang berkualitas maka sebaiknya kita menjadi marketer terlebih dahulu.
Peluang bisnis online sebagai marketer produk termasuk lahan potensial yang bisa kita jadikan media pengumpul pundi – pundi rupiah secara mudah. Cukup memasarkan produk tersebut secara online kepada para calon buyer yang pas, maka kita bisa mengambil laba bersih atas keuntungan produk yang kita jual.

Dengan fasilitas yang sangat memanjakan seperti ini, pasti semua orang yang ingin memulai bisnis online didunia ini semakin berkembang. Tidak ada orang yang ingin mengalami kemunduran akan jaman yang mereka jajaki. Semakin maju adalah pilihan yang tidak dapat dihindarkan. Dimasa sekarang saja, bisnis online sudah sangat menjamur dan semakin pesat, maka bukan tidak mungkin dimasa depan, semua orang akan beralih secara penuh untuk terus memakai fasilitas bertransaksi secara online.
Lalu bagaimana dengan keberadaan mall, pasar dan supermarket?
Meskipun secara pamor Mall dan toko lainnya cukup bersaing ditengah masyarakat, namun offline shopping ini masih tetap dapat terus berkembang. Hanya saja kebanyakan untuk penjual yang masih memiliki toko, akan membuat tokonya hanya berisikan sample-sample barang yang ingin dipesan saja oleh para pembelinya, ataupun orang-orang yang ingin membeli secara langsung. Lagipula bukan semua kebutuhan dapat diperjualbelikan dengan akses online, barang-barang kebutuhan sehari-hari akan tetap bermuara pada pasar tradisional dengan tradisi tawar-menawarnya, dan supermarket dengan belanja satu waktu banyak belanjaan-nya. Selain itu, mall tidak akan pernah bangkrut hanya karena bisnis online. Karena mall dijaman sekarang tetap diidentikan sebagai bagian dari hobi dan tempat wisata bersama yang dapat menghilangkan kejenuhan dan kebosanan dalam keseharian hidup.







Sources:

https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik
http://www.infolaku.com/2017/07/hebatnya-bisnis-online-masa-kini-dan-masa-depan.html
https://nikeyulianah.wordpress.com/2012/10/15/konsep-dasar-e-commerce-dalam-sudut-pandang-teknologi-informasi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lebih Tahu Google dengan Google

Berbicara mengenai Google, pasti tidak aka nada habisnya. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1998 i...